Sabtu, 18 Mei 2013

KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA



KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA

1.             Program Kesehatan Reproduksi Remaja
Adapun beberapa upaya yang dilakukan adalah Advokasi, promosi, KIE dan konseling dalam kesehatan reproduksi remaja.
Program Pemerintah
a.              Ceria (Cerita Remaja Indonesia). BKKBN
b.             Program Kesehatan Peduli Remaja
c.              Unit Kesehatan Sekolah
Program LSM
a.              Program Bina Anaprasa, dirintis pada tahun 1979 oleh Prof. DR.M
b.             Program Intervensi Perubahan Perilaku. Depkes
c.              Pusat Informasi dan Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja (PIPR/ Youth centre)
d.             Woments Crisis Center. 1993. (8)
2.             Kenapa Masa Remaja Penting ?
Karena pada remaja ini mengalami masa transisi, menurut Gunarsa (1987) dalam disertai PKBI (2000) adalah sebagai berikut :
a.              Transisi fisik berkaitan dengan perubahan bentuk tubuh
Bentuk tubuh remaja sudah berbeda dengan anak-anak, tetapi belum sepenuhnya menampilkan bentuk tubuh orang dewasa. Hal ini menyebabkan kebingungan peran, didukung pula dengan sikap masyarakat yang konsisten.
b.             Transisi dalam kehidupan emosi
Perubahan hormonal dalam tubuh remaja berhubungan erat dengan peningkatan kehidupan emosi. Remaja sering memperlihatkan ketidakstabilan emosi,
c.              Transisi dalam kehidupan sosial
Lingkungan teman sebaya mulai memegang peran penting dengan melepaskan ikatan dengan keluarga dengan maksud upaya remaja untuk mandiri.


d.             Transisi dalam nilai-nilai moral
Remaja mulai meninggalkan nilai-nilai yang dianutnya dan menuju nilai-nilai yang dianut orang dewasa.
e.              Transisi dalam pemahaman
Remaja mengalami perkembangan kognitif yang pesat sehingga mulai mengembangkan kemampuan berfikit abstrak.(1)
3.             Ciri-ciri perkembangan remaja
a.              Perkembangan sosial
Menyesuaikan diri dengan peran-peran dewasa dan melepaskan diri dari peran-peran sebagai anak-anak.
b.             Perkembangan emosi
Emosi yang muncul sudah bervariasi, bahkan kadang bercampur-baur antara dua emosi yang (sebenarnya) bertentangan. Misalnya, benci dan sayang dalam satu waktu.
Mulai muncul ketertarikan dengan lawan jenis yang melibatkan emosi (sayang, cemburu, dan sebagainya).
c.              Perkembangan konsep diri
Salah satu ciri dari perkembangan konsep diri kita sebagai remaja ialah cenderung negatif antara lain karena berkembangnya fisik yang cukup drastis, kadang juga kurang proporsional (badan memanjang tapi kurus, bulat gemuk, dan sebagainya), merasa selalu diperhatikan orang lain atau menjadi pusat perhatian orang lain, memiliki aspirasi yang tinggi tentang segala hal.
d.             Perkembangan kognitif
Dalam perkembangan ini perilaku yang muncul, misalnya kritis (segala sesuatu harus rasional dan jelas), rasa ingin tahu yang kuat (perkembangan intelektual kita merangsang untuk harus mengetahui segala sesuatu, dalam tahap ini muncul keinginan untuk bereksplorasi) dan egosentris (segala sesuatu masih dilihat dari sudut pandangannya).(2)
4.             Perubahan fisik dan jiwa remaja
Terjadi pertumbuhan fisik yang cepat pada remaja, termaksud pertumbuhan organ-organ reproduksi ( organ seksual } untuk mencapai kematangan , sehinga mampu melangsungkan fungsi reproduksi. Perubahan ini ditandai dg munculnya tanda-tanda sebagai berikut :

1.      Tanda – tanda seks primer, yaitu : yg berhubungan langsung dg organ seks :
- terjadi haid pada remaja putri ( menarche)
- terjadinya mimpi basah padaremaja laki-laki
2.      Tanda – tanda seks sekunder.(5)
Pada remaja laki-laki
Pada remaja putri :
1.    Terjadi perubahan suara
2.    Tumbuhnya jakun
3.    Penis dan buah zakar bertambah
4.    Terjadinya erasi dan ejakulasi
5.    Dada lebih lebal dan badan berotot
6.    Tumbuhnya kumis, jambang dan rambut disekitar kemaluan.
1.    Pingul melebar
2.    Pertumbuhan rahim dan vagina
3.    Payudara membesar
4.    Tumbuhnya rambut dan ketiak berserta kemaluan

Sedangkan ciri-ciri kejiwaan dan psikososial remaja adalah sebagai berikut :
1.             Usia remaja muda (12-15 tahun)
a.             Sikap protes terhadap orangtua, mereka berusaha mencari identitas mereka yang seringkali disertai menjauhkan diri dari orangtuanya dan lebih melihat tokoh-tokoh diluar lingkungan keluarganya.
b.             Preokupsi dengan badam sendiri
Tubuh seorang remaja pada usia ini mengalami perubahan yang cepat sekali. Perubahan-perubahan ini menjadi perhatian khusus bagi diri remaja.
c.             Kesetiakawanan dengan kelompok seusia
Para remaja pada kelompok umur ini merasakan keterikatan dan kebersamaan dengan teman seusia
d.            Kemampuan untuk berfikir secara abstrak
e.             Perilaku yang labil dan berubah-ubah
2.             Usia remaja penuh (16-19 tahun)
a.             Kebebasan dari orangtua
b.             Ikatan terhadap pekerjaan atau tugas
c.             Pengembangan nilai moral dan etis yang mantap, remaja mulai menyusun nilai-nilai moral dan etis sesuai dengan cita-cita
d.            Pengembangan hubungan pribadi yang labil
e.             Penghargaan kembali pada orangtua dalam kedudukan yang sejajar (Arifin, 2003). (1)
3.             Pengaruh buruk akibat hubungan seks pra nikah bagi para remaja
a.              Efek Relasional
Seks pranikah dapat menyebabkan stres emosi, ketidakpercayaan, penyesalan, dan kekosongan.
b.             Efek Fisik
Penyakit menular seksual sering ditularkan ketika pasangan telah memiliki banyak pasangan seksual. Kehamilan selalu menjadi kemungkinan, bahkan ketika menggunakan kontrasepsi. Menurut studi yang dilakukan pada tahun 2008, pasangan yang tinggal bersama sebagai suami istri sebelum menikah berada pada risiko perceraian yang lebih besar.
c.              Efek Perkawinan
Sepasang suami-istri juga bisa lebih mungkin mengalami masalah jika satu atau keduanya aktif secara seksual sebelum menikah. Pasangan dengan beberapa mitra seksual masa lalu mungkin menemukan diri mereka membandingkan kehidupan seks perkawinan mereka dengan kehidupan seks pranikah mereka, yang sering menimbulkan ketidakpuasan.(3)
4.             Kaitan kesehatan remaja dengan kesehatan reproduksi remaja
Berikut keadaan yg berpengaruh buruk terhadap kesehatan remaja termaksud kesehatan reproduksi remaja :
a.         Masalah gizi
b.        Masalah pendidikan
c.         Masalah lingkungan dan pekerjaan
d.        Masalah seks dan seksualitas
e.         Masalah kehatan reproduksi remaja.(5)
5.             Masalah-masalah kesehatan remaja
a.         Jerawat dan Penyakit Kulit lainnya
b.        Kelainan Mata
Pada remaja sering dijumpai kelainan penglihatan berupa rabun jauh, rabun dekat ataupun astigmatisma. Kelainan-kelainan ini disebabkan oleh berkurangnya kemampuan mata untuk berakomodasi
c.         Infeksi Menular seksual dan HIV/AIDS
d.        Kehamilan Tidak Dinginkan dan Aborsi
e.         Merokok
f.              Ketergantungan NAPZA dan Bahaya Alkohol 
g.        Kecelakaan/ Trauma
h.        Malnutrisi
i.               Kesehatan Mental
j.               Kekerasan.(4)
6.             Membina kesehatan reproduksi remaja
Pembekalan pengetahuan yg diperlukan remaja meliputi :
1.    Perkembangan fsik, kejiwaan dan kemitangan seksual remaja
2.    Proses reproduksi yg bertangung jawab
3.    Pergaulan yg sehat antara remaja laki-laki dan perempuan
4.    Persiapan pra nikah
5.    Kehamilan dan persalinan dan cara percengahannya.(5)
7.             Pengetahuan yang diperlukan remaja dalam kesehatan reproduksi
Pembekalan pengetahuan yang diperlukan remaja meliputi :
a.              Perkembangan fisik , kejiwaan dan kematangan seksual remaja. Ini akan memudahkan remaja untuk memahami serta mengatasi berbagai keadaan yang membingungkannya.
b.             Proses reproduksi yang bertanggung jawab. Jadi remaja perlu mengendalikan naluri seksualnya dan menyalurkan menjadi kegiatan yang positif, seperti olahraga dan mengembangkan hobi yang membangun.
c.              Pergaulan yang sehat anatara remaja laki-laki dan perempuan serta kewaspadaan terhadap masalah remaja yang banyak ditemukan.
d.             Persiapan pranikah
Informasi tentang hal ini diperlukan agar calon pengantin lebih siap secara mental dan emosional dalam memasuki kehidupan berkeluarga.
e.              Kehamilan dan persalinan serta cara pencegahannya untuk persiapan remaja pria dan wanita memasuki kehidupan berkeluarga di masa depan.(9)
8.             Hambatan terhadap kesehatan reproduksi remaja
a.              Kurangnya pengetahuan dan informasi
Remaja kurang pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi reproduksi, bagaimana terjadinya hamil dan STI, bagaimana mencegahnya dan dimana mendapatkan perlindungan.
b.             Kurangnya akses terhadap pelayanan dan program
Remaja tidak punya atau memiliki sedikit uang untuk membayar pelayanan, kurang sarana transportasi atau tidak tahu bagaimana menggunakan pelayanan tersebut

c.              Terbatas karena hambatan sosial dan psikologis
1)   Remaja takut untuk mengatakan bahwa mereka sudah melakukan seksual aktif
2)   Mereka memiliki gambaran yang tidak realistis tentang kehamilan dan STI
3)   Meraka khawatir bahwa kontrasepsi akan merusak kesehatannya dan kesuburannya kelak
4)   Mereka mudah terkena kekerasan dan pelecehan.(5)
9.             Melibatkan wanita dalam pengembilan keputusan
Cara melibatkan wanita dalam pengambilan keputusan :
a.    Memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya tentang permasalahan yang sesuai kebutuhan.
b.    Memberikan pandangan-pandangan tentang akibat dari keputusan apapun yang akan diambilnya
c.    Meyakinkan ibu untuk bertanggunggjawab terhadap keputuasan yang akan diambilnya
d.    Pastikan bahwa keputusan yang diambil ibu adalah yang terbaik
e.    Memberi dukungan pada ibu atas keputusan yang diambilnya.(6)

DAFTAR PUSTAKA
1.             Kusmiran, Eny. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika.
Dikutip pada tanggal 16 April 2013
3.             Catur Prastya. (11-02-2012). Dampak Seks Pra Nikah Kaum Remaja. http://www.lensaindonesia.com/2013/02/11/dampak-seks-pra-nikah-kaum-remaja.html. Dikutip pada tanggal 16 April 2013

4.              (04 September 2012). Masalah kesehatan remaja.http://informasi-kesehatan-remaja.blogspot.com/2012/09/masalah-kesehatan-remaja.html 04 September 2012

Dikutip pada tanggal 16 April 2013
Dikutip pada tanggal 16 April 2013
Dikutip pada tanggal 16 April 2013
Dikutip pada tanggal 16 April 2013
    Dikutip pada tanggal 16 April 2013
9.             Widyastuti, Yani. Rahmawati, Anita. Eka Purnamaningrum, Yuliasti. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta : Fitramaya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar